Senin, 08 Agustus 2022

Contoh Inspirasi Cerpen: Persahabatan Remaja Sekolah

Cerpen ini merupakan tulisan nostalgia semasa penulis duduk di bangku sekolah menengah pertama pada tahun 2015 silam.


Orang Tak Dikenal
Oleh: Santri

Semakin lama orang tak dikenal itu tak lagi kami dengar kabarnya, bahkan ketika kami sudah berpisah-pisah pada sekolah yang berbeda. Peristiwa setahun yang lalu dan tidak mungkin kami melupakan peristiwa itu. Mungkin peristiwa itu adalah kesan ketika kami tamat di bangku SLTP, yang menambah warna dan cerita yang tak terlupa dimasa itu. Menjalin hubungan persahabatan selama tiga tahun bukanlah hal mudah, masalah dari dalam atau dari luar mungkin itu sebuah yang sudah pasti kita dapatkan. Apakah itu cekcok dari salah satu atau semua kawan kita, atau tidak menutup kemungkinan ada rasa tidak suka atau iri dari orang selain kami. Di sekolah, kami hanya berteman seperti biasa layaknya teman sekelas, tentu saja keakraban akan muncul ketika kita sudah berteman lama. Mungkin inilah yang membuat kami mendapat masalah.

Cacian dan hinaan yang kami terima entah dari mana dan entah oleh siapa melalui pesan singkat. “Sok bikin geng-gengan alay di sekolah” katanya dalam pesan. Tapi nyatanya kami tidak pernah mengikuti atau bahkan membuat geng di sekolah. Tak hanya itu, masih banyak lagi pesan-pesan hinaan yang beragam yang menghujani kami setiap harinya menjelang hari-hari pelulusan dan masuk tahun ajaran baru. Bahkan ada salah satu dari kami yang sampai takut untuk masuk sekolah karena diancam. Dengan langkahnya yang ragu-ragu memasuki gerbang sekolah menghampiri kami di kelas sambil berkata “Orang ini akan melabrak kita besok”. Putri memang seperti ini sifatnya, walaupun terlihat fisiknya besar dan ditakuti tapi sebenarnya dia penakut. “Tidak usah khawatir, berani orang ini macam-macam, saya yang akan pasang badan untuk menghajar dia” kata Sarni sambil mengangkat tangannya mencontohkan. Sarni memang seperti ini, teman kami yang terkenal tomboynya yang tak pernah takut terkena masalah bila berkelahi dengan orang. Bahkan kami sendiri pernah dibuat menangis olehnya. “Terserah kalian sajalah, saya hanya bisa mengikut saja” kataku menyambung pembicaraan. “Tak usah ribet teman-teman, lagipula masalah ini sudah diketahui ibuku. Ibuku bilang kita minta maaf saja supaya kita lulus dengan hati lapang dan tanpa meninggalkan masalah apapun di sekolah ini” kata Fitra meyakinkan kami.

Setelah kami tunggu ancaman ingin melabrak kami, orang ini tak kunjng datang. Mungkin dia hanya ingin menakut-nakuti kami tapi sesungguhnya kami tidak sedikitpun merasa takut karena kami memang tidak melakukan kesalahan apapun. Namun anehnya, ia tak pernah berhenti mengirim pesan yang membuat kami kesal. Yang lebih parahnya lagi, dia mengirim pesan yang lagi-lagi membuat emosi kami memuncak. “Ada empat orang unik di dunia ini yang pantas masuk musium: yang satu si oon lalod, yang satunya sok tomboy, yang satu lagi sok jago si lemah, terus satunya lagi sok alim, sok kecantikan”. Kami mendesak orang ini agar segera mengaku siapa dia sebenarnya. Namun bagaimanapun caranya dia tetap tidak mau mengaku. Kami juga mengajaknya menemui kami untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi tak ada nyali sedikitpun darinya untuk menampakkan wajahnya. Hingga sampai saatnya kami lulus dan melanjutkan sekolah pada sekolah yang berbeda-beda, dia juga tak terdengar lagi kabarnya. Tanpa penyelesaian dan kata-kata semuanya hilang dan lenyap tanpa kabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAIS KEPINGAN CAHAYA AL-QUR’AN (PART 2)

MENGAIS KEPINGAN CAHAYA AL-QUR’AN (Perjalanan Mewujudkan Impian Menjadi Penghafal Al-Qur’an) Part 2 Mindset Penghafal Qur’an وَلَقَدْ يَ...