Cerpen ini merupakan tulisan nostalgia semasa penulis duduk di bangku sekolah menengah pertama pada tahun 2015 silam.
Piuh
Oleh: Santri
Kicauan-kicauan indahnya tak lagi terdengar lantang. Bagaikan ditelan oleh sunyi senyap dimalam hari yang makin larut makin terdiam. Semenjak kehilangan anaknya, Piuh semakin terpuruk dan murung di sarangnya. Mengingat, anak-anaknya yang tinggal dua hari lagi akan menetas, kini tinggal bayang-bayang di mangkuk ranting-ranting kecil yang dibuatnya seharian. Butir-butir kehidupan yang dieraminya setiap malam, yang selalu menjadi harapan baginya sebagai penerusnya kelak, kini tinggallah harapan kosong belaka.
Piuh adalah seekor burung kecil dengan kicauan yang merdu. Bulunya berwarna hijau keemasan, kakinya berwarna coklat kehitaman. Serta sekeliling matanya dikelilingi oleh bulu berwarna hitam. Bulunya kelihatan bersinar saat melintasi angkasa diterik pagi hari.
Pagi itu, saat matahari baru terlihat setitik cahaya, Piuh sudah berangkat meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Ketika Piuh sedang tidak ada di sarangnya, tampak seorang anak yang dari kejauhan menuju pohon dimana tempat sarang piuh berada. Anak itu sebenarnya bertujuan ingin mengambil buah yang ada pada pohon tersebut. Namun, ketika anak tersebut tengah asik memilih-milih buah yang ingin dipetiknya, ia melihat sarang burung kecil berisikan telur. Anak itu sangat senang melihat telur burung tersebut, mengingat dia sangat hobi memelihara burung. Akhirnya diambilnya telur tersebut, dan ia berniat untuk menetaskannya sendiri di rumah.
Siangpun mulai berlalu dan matahari mulai berjalan kearah barat. Kawanan burung-burung dari berbagai penjuru mulai beterbangangan kembali kesarangnya masing-masing dengan perut kenyang berisi makanan. Begitupun Piuh, dia kembali dengan riangnya tak sabar ingin melihat telur-telurnya yang dua hari lagi akan menetas. Betapa terkejutnya Piuh, sesampainya ia di sarang. Ia melihat telur-telurnya lenyap dan tak satupun yang tersisa. Saat itu Piuh hanya bisa terdiam putus asa karena kehilangan harapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar