Senin, 08 Agustus 2022

Membangun Habits: Dari Paksa Menjadi Passion

Membangun Habits: Dari Paksa Menjadi Passion

Oleh: Santri

Mungkin kita pernah mendengar celetukan "Keahlian seperti itu pasti diperolehnya sejak lahir, kita mana bisa seperti itu" pada saat kagum melihat kehebatan orang-orang dalam berbagai bidang keahliannya. Ada yang dibuat takjub oleh kehebatan publik speaking seseorang dalam mempengaruhi khalayak ramai. Ada yang dibuat takjub oleh kehebatan para penghafal Al-Qur'an yang sampai bisa mengingat setiap sisi Al-Qur'an mulai dari pojok, nomor, halaman bahkan hingga pada posisi ayat. Ada yang dibuat takjub oleh kehebatan para penulis yang sekali menuangkan ide selalu menjadi karya best seller dimana-mana. Ada juga yang dibuat takjub oleh pencapaian rekor muri menjadi pelari tercepat di dunia dan banyak lagi kehebatan lainnya.

Kebiasaan (habits)
Pernahkah kita berpikir dari mana kehebatan itu berasal? Dari mana mereka memperoleh keahlian-keahlian tersebut? Apakah keahlian itu jatuh dari langit dengan sendirinya? Atau kehebatan itu diwariskan dari para leluhur sebelum mereka?Jawabannya tentu tidak semudah itu, karena keahlian merupakan buah dari pilihan, latihan dan pengulangan atas pilihan-pilihan yang telah kita ambil. Dimana keahlian tersebut terbentuk secara otomatis akibat kebiasaan yang terus ditempa. Maka, yang menjadi sorotan atau yang menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak lain adalah kebiasaan (habits). Habits merupakan passion yang berawal dari paksaan. Habits bisa dipelajari, dibentuk dan dikuasai sesuai dengan arah yang kita inginkan. Jadi, yang sebenarnya dilihat kebanyakan orang pada seseorang sebagai suatu keahlian, sebenarnya merupakan suatu hal yang biasa bagi orang tersebut. Karena habits apabila sudah terbentuk dan sudah cukup untuk diajari maka ia akan melayani tuannya secara spontan tanpa harus melalui proses berpikir terlebih dahulu. Contoh kecilnya saja, sadarkah kita bahwa jadwal bangun pagi kita memiliki pola yang sama setiap harinya (kecuali pada beberapa keadaan tertentu, misal: sakit). Orang yang terbiasa bangun pukul 6 pagi, akan senantiasa secara spontan terbangun pada waktu tersebut meskipun tanpa harus menggunakan bantuan alarm. Dalam ilmu bela diri misalnya yang dilatih adalah pembiasaan, sehingga gerakan dan jurus-jurus bela diri akan menjadi sebuah refleks spontan. Misalnya juga dalam dunia sepakbola, kita melihat dengan lihainya para pemain sepakbola profesional menggocek dan menggiring bola seakan bola tersebut terhubung oleh tali tak kasat mata dengan kaki si pemain. Sehingga bola tampak melekat pada kakinya kemanapun ia berlari. Bagi para penggemar, itu adalah hal yang luar biasa istimewa tetapi bagi seorang profesional melakukan hal yang istimewa merupakan hal yang biasa. Sederhananya beda antara bisa dan tidak bisa terletak pada habits. Bisa karena terbiasa, tak bisa karena tak terbiasa. 

Latihan dan Pengulangan
Habits pada dasarnya adalah hasil persilangan antara latihan dan pengulangan. Kedua ini tidak bisa dipisahkan dalam melahirkan sebuah habits. Keduanya ibarat ibu dan ayah, dan habits ibarat anak yang lahir apabila keduanya bersatu. Pilihan-pilihan dalam hidup atau aktivitas kita akan menjadi habits apabila terus dilatih dan terjadi secara berulang atau dilakukan berulang. Maka, sebenarnya diri kita adalah akumulasi dari berbagai habits. Semakin banyak habits baik yang kita bangun maka semakin beruntung hidup kita dan semakin dekat kita dengan kesuksesan. Begitupun sebaliknya habits bisa menjadi hal yang buruk apabila pilihan-pilihan yang kita bentuk juga merupakan kebiasaan buruk yang apabila tidak segera dihentikan akan terjadi secara otomatis tanpa kita sadari. Semakin banyak habits buruk yang kita bangun maka semakin sulit kehidupan kita, tentunya akan semakin jauh dari kesuksesan.

Passion
Jadi, sebenarnya passion yang ada pada diri seseorang bisa saja merupakan hasil pembiasaan yang awalnya berat untuk dijalani namun terus dipaksakan. Karena ia mempunyai komitmen yang besar untuk terus mempelajari hal tersebut, yang selanjutnya dieksekusi dengan latihan dan pengulangan. Dengan kata lain, passion bisa jadi hanyalah merupakan salah satu diantara kumpulan habits baik yang berhasil dibentuk pada diri seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAIS KEPINGAN CAHAYA AL-QUR’AN (PART 2)

MENGAIS KEPINGAN CAHAYA AL-QUR’AN (Perjalanan Mewujudkan Impian Menjadi Penghafal Al-Qur’an) Part 2 Mindset Penghafal Qur’an وَلَقَدْ يَ...